--:--

Uji Kecekungan (Turunan Kedua)

Turunan kedua mengukur percepatan momentum.
Jika turunan pertama menunjukkan kecepatan perubahan harga, maka turunan kedua menunjukkan apakah perubahan itu semakin cepat atau melambat.


🔹 Flowchart Logika Kecekungan


1. Definisi Turunan Kedua

f′′(t)=ddtf′(t)f''(t) = \frac{d}{dt}f'(t)

Dalam bentuk diskrit yang digunakan dalam proyek:

f′′(ti)=f′(ti)−f′(ti−1)Δtf''(t_i) = \frac{f'(t_i) - f'(t_{i-1})}{\Delta t}

2. Interpretasi Tanda Turunan Kedua

Arti tanda:

  • f′′(t)>0f''(t) > 0 → convex (momentum menguat)
  • f′′(t)<0f''(t) < 0 → concave (momentum melemah)

Interpretasi visual:

  • Convex: grafik melengkung ke atas, tren mulai menguat
  • Concave: grafik melengkung ke bawah, tren mulai melemah

3. Convexity Score

Convexity score menormalkan nilai turunan kedua agar lebih mudah dibaca:

C=12(1+tanh⁡(f′′k))C = \frac{1}{2}\left(1 + \tanh\left(\frac{f''}{k}\right)\right)

Keterangan:

  • C≈1C \approx 1 → convex sangat kuat (bullish momentum)
  • C≈0C \approx 0 → concave sangat kuat (bearish momentum)

Parameter kk mengontrol sensitivitas.


4. Stability Index

Stability index mengukur konsistensi tanda turunan kedua.
Jika tanda turunan kedua sering berubah, tren dianggap tidak stabil.

Rumus:

S=100×(1−jumlah flip tandatotal titik)S = 100 \times \left(1 - \frac{\text{jumlah flip tanda}}{\text{total titik}}\right)

5. Deteksi Titik Belok (Inflection Point)

Titik belok terjadi ketika turunan kedua berubah tanda:

f′′(ti−1)⋅f′′(ti)<0f''(t_{i-1}) \cdot f''(t_i) < 0

Artinya:

  • Kurva berubah dari convex → concave (potensi downtrend)
  • Atau concave → convex (potensi uptrend)

Inflection point sering kali menjadi indikator awal reversal tren.


6. Contoh Singkat

Misalkan:

f′′(2)=−14,f′′(3)=+78f''(2) = -14,\quad f''(3) = +78

Karena:

(−14)⋅(78)<0(-14) \cdot (78) < 0

Inflection point di t = 3 → reversal bullish.


7. Visualisasi Konsep

Alur Analisis Turunan

  1. Hitung Turunan Pertama (f'(t))
    • Digunakan untuk mengukur momentum harga.
  2. Hitung Turunan Kedua (f''(t))
    • Digunakan untuk membaca percepatan momentum.
  3. Evaluasi Kecekungan (Convexity Check)
    • Jika convex:
      • Momentum Menguat
    • Jika tidak convex (concave):
      • Momentum Melemah
  4. Deteksi Inflection Point
    • Perubahan tanda pada turunan kedua digunakan untuk mendeteksi titik belok (reversal).