Uji Kecekungan (Turunan Kedua)
Turunan kedua mengukur percepatan momentum.
Jika turunan pertama menunjukkan kecepatan perubahan harga, maka turunan kedua menunjukkan apakah perubahan itu semakin cepat atau melambat.
🔹 Flowchart Logika Kecekungan

1. Definisi Turunan Kedua
Dalam bentuk diskrit yang digunakan dalam proyek:
2. Interpretasi Tanda Turunan Kedua
Arti tanda:
- → convex (momentum menguat)
- → concave (momentum melemah)
Interpretasi visual:
- Convex: grafik melengkung ke atas, tren mulai menguat
- Concave: grafik melengkung ke bawah, tren mulai melemah
3. Convexity Score
Convexity score menormalkan nilai turunan kedua agar lebih mudah dibaca:
Keterangan:
- → convex sangat kuat (bullish momentum)
- → concave sangat kuat (bearish momentum)
Parameter mengontrol sensitivitas.
4. Stability Index
Stability index mengukur konsistensi tanda turunan kedua.
Jika tanda turunan kedua sering berubah, tren dianggap tidak stabil.
Rumus:
5. Deteksi Titik Belok (Inflection Point)
Titik belok terjadi ketika turunan kedua berubah tanda:
Artinya:
- Kurva berubah dari convex → concave (potensi downtrend)
- Atau concave → convex (potensi uptrend)
Inflection point sering kali menjadi indikator awal reversal tren.
6. Contoh Singkat
Misalkan:
Karena:
Inflection point di t = 3 → reversal bullish.
7. Visualisasi Konsep
Alur Analisis Turunan
- Hitung Turunan Pertama (f'(t))
- Digunakan untuk mengukur momentum harga.
- Hitung Turunan Kedua (f''(t))
- Digunakan untuk membaca percepatan momentum.
- Evaluasi Kecekungan (Convexity Check)
- Jika convex:
- Momentum Menguat
- Jika tidak convex (concave):
- Momentum Melemah
- Jika convex:
- Deteksi Inflection Point
- Perubahan tanda pada turunan kedua digunakan untuk mendeteksi titik belok (reversal).