Interpretasi Grafik
Grafik memainkan peran penting dalam menjembatani teori kalkulus dengan kondisi pasar yang nyata.
Dalam Crypto Trend Spotter, terdapat beberapa jenis grafik utama:
- Grafik Harga (Raw & Smoothed)
- Grafik Turunan Pertama (Velocity)
- Grafik Turunan Kedua (Acceleration)
- Heatmap Kecekungan (Convexity Map)
- Penanda Titik Belok (Inflection Points)
Setiap grafik memiliki fungsi dan interpretasi tersendiri, yang dijelaskan di bawah ini.
1. Grafik Harga (Raw dan Smoothed)
Harga Mentah (Raw Price)
- Sangat dipengaruhi oleh noise
- Banyak lonjakan kecil yang tidak mencerminkan tren
- Tidak cukup informatif untuk mendeteksi momentum
Harga Smoothed (Polynomial Fit)
- Membentuk kurva halus
- Memperlihatkan bentuk tren sebenarnya
- Meningkatkan akurasi turunan pertama dan kedua
Smoothing tidak mengubah arah tren, hanya mengurangi noise.
2. Grafik Turunan Pertama (Velocity)
Grafik turunan pertama menunjukkan momentum harga.
Interpretasi:
| Velocity | Arti |
|---|---|
| > 0 | Harga naik (momentum bullish) |
| < 0 | Harga turun (momentum bearish) |
| mendekati 0 | Tren lemah / sideways |
Pola penting:
- Velocity naik tajam → awal tren bullish
- Velocity turun tajam → awal tren bearish
- Velocity crossing 0 → indikasi perubahan momentum jangka pendek
3. Grafik Turunan Kedua (Acceleration)
Turunan kedua mengukur perubahan momentum.
Interpretasi grafik:
| Acceleration | Arti |
|---|---|
| > 0 | Convex → momentum menguat |
| < 0 | Concave → momentum melemah |
| ≈ 0 | Potensi reversal |
Acceleration membantu melihat:
- Apakah momentum menguat atau melemah
- Apakah tren memiliki dorongan kuat
- Apakah pasar akan segera berbalik
Acceleration sering kali memberikan sinyal lebih cepat daripada velocity.
4. Heatmap Convexity
Heatmap menunjukkan distribusi kelengkungan sepanjang waktu.
| Warna | Interpretasi |
|---|---|
| Hijau | Convex (bullish momentum) |
| Merah | Concave (bearish momentum) |
| Abu | Netral / mendekati reversal |
Heatmap sangat berguna untuk melihat pola makro, seperti:
- Tren jangka panjang
- Transisi fase bullish → bearish
- Area dengan stabilitas tinggi atau rendah
5. Inflection Points (Titik Belok)
Inflection point ditandai ketika:
[ f'' \text{ berubah tanda} ]
Pada grafik, titik ini ditampilkan sebagai:
- Penanda merah / kuning
- Pergantian convex → concave atau sebaliknya
Fungsi penting:
** Indikator reversal paling awal**
** Sinyal perubahan dinamika pasar**
** Memberikan peringatan dini sebelum harga berbalik**
Inflection point lebih stabil ketika dikombinasikan dengan polynomial smoothing.
6. Contoh Pola Visual
Beberapa pola umum yang sering muncul pada grafik:
6.1 Momentum Bullish Kuat
- Velocity meningkat
- Acceleration positif dan stabil
- Heatmap hijau pekat
6.2 Momentum Bearish Kuat
- Velocity negatif besar
- Acceleration negatif
- Heatmap merah dominan
6.3 Reversal
- Acceleration crossing 0
- Velocity melambat sebelum berubah arah
- Heatmap abu → merah atau hijau
6.4 Sideways
- Velocity mendekati 0
- Acceleration berfluktuasi kecil
- Heatmap abu-abu
7. Kesimpulan Interpretasi Grafik
| Grafik | Fungsi |
|---|---|
| Harga Smoothed | Menunjukkan tren utama |
| Velocity | Mengukur momentum |
| Acceleration | Mengukur percepatan momentum |
| Convexity Heatmap | Menggambarkan kekuatan tren |
| Inflection Points | Menunjukkan titik reversal |
Gabungan grafik-grafik ini memberikan pemahaman menyeluruh terhadap dinamika pasar.